22 jenis tujuan bisnis untuk mengukur kesuksesan

Foto wajah kontributor Julia MartinsJulia Martins
13 Februari 2025
5 menit baca
facebookx-twitterlinkedin
Gambar banner 22 jenis tujuan bisnis untuk mengukur kesuksesan
Cek Templat
Tonton demo

Bekerja dalam bisnis kecil, startup, atau sebagai pemimpin tim pada enterprise yang lebih besar, ataupun sebagai pemilik bisnis utama, Anda bertanggung jawab menentukan tujuan bisnis yang akan membantu organisasi mencapai gol jangka panjangnya. Menetapkan gol dan tujuan strategis merupakan cara terbaik mengetahui arah yang dituju dan cara mencapainya.Β 

Dalam artikel ini, pelajari 22 jenis tujuan bisnis dan cara mencapainya. Lalu, lihat 15 jenis gol yang dapat Anda tentukan berdasarkan alasan penetapannya.

Apa itu tujuan bisnis?Β 

Tujuan bisnis adalah hasil yang ingin diraih untuk memenuhi visi jangka panjang perusahaan. Anggaplah tujuan bisnis sebagai metrik untuk mengukur kesuksesan bisnis secara keseluruhan.

Memenuhi tujuan bisnis berarti Anda dalam proses mencapai gol perusahaan yang lebih besar. Dengan demikian, tujuan bisnis harus fokus pada dampak berskala besar bagi perusahaan. Tujuan bisnis yang baik bersifat terukur, spesifik, dan terikat waktu.Β 

22 jenis tujuan bisnis

Tetapkan tujuan bisnis berdasarkan faktor-faktor yang mengukur dan memengaruhi kesuksesan organisasi. Contoh, Anda dapat menetapakan tujuan bisnis berikut ini:

Tujuan bisnis terkait keuangan

1. Profitabilitas: Tujuan bisnis yang fokus pada profitabilitas penting jika perusahaan Anda mengandalkan investor eksternal. Mencapai dan mempertahankan profitabilitas memastikan kesuksesan jangka panjang sehingga Anda dapat terus maju untuk mencapai misi perusahaan secara keseluruhan.Β 

2. Pendapatan: Tujuan bisnis yang fokus pada pendapatan membantu Anda menyeimbangkan penghasilan dengan biaya agar bisnis dapat terus berjalan. Anda dapat menetapkan tujuan bisnis untuk mencapai gol pendapatan tahunan tertentu atau meningkatkan pendapatan hingga sekian persen selama suatu periode waktu.Β 

3. Biaya: Biaya berarti jumlah uang yang Anda habiskan untuk bisnis. Mengurangi biaya dapat membantu Anda meningkatkan pendapatan dan mencapai profitabilitas. Tujuan bisnis terkait biaya dapat membantu Anda mengendalikan biaya produksi atau operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan bisnis.Β 

4. Arus kas: Arus kas berarti uang yang keluar dan masuk bisnis. Arus kas dapat berstatus positif, saat penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, atau negatif, saat pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Mirip dengan profitabilitas, tujuan bisnis yang berorientasi pada arus kas dapat membantu Anda agar siap meraih kesuksesan finansial jangka panjang.Β 

5. Pertumbuhan berkelanjutan: Untuk mengembangkan bisnis, Anda harus mengembangkannya secara berkelanjutan. Menetapkan tujuan bisnis yang terkait dengan pertumbuhan berkelanjutan dapat membantu Anda merencanakan proyeksi keuangan, biaya pegawai, dan pertimbangan keuangan lainnya.Β 

Tujuan bisnis yang berorientasi pada pelanggan

6. Penempatan yang kompetitif: Elemen penting dalam strategi bisnis adalah mempertimbangkan perbandingan antara produk atau layanan Anda dengan produk dan layanan lain di pasar yang sama. Dengan menetapkan tujuan bisnis yang fokus pada penempatan yang kompetitif, Anda dapat memastikan produk atau layanan Anda setara dengan apa yang diharapkan di pasar, atau menggunakan penempatan yang kompetitif untuk mengungguli kompetitor di area utama.Β 

7. Pangsa pasar: Tujuan bisnis ini mengacu pada ukuran pangsa pasar yang dijangkau produk atau layanan perusahaan. Makin besar pangsa pasar, makin besar jangkauan bisnis. Menetapkan jenis tujuan bisnis ini membantu jika Anda mencoba meningkatkan eksistensi di pasar. Anda dapat melakukan ini melalui inisiatif media sosial, kampanye iklan terencana, atau pelacakan dan kinerja merek.Β 

8. Kepuasan pelanggan: Agar bisnis dapat berhasil, Anda harus memuaskan pelanggan. Fokus pada tujuan bisnis berbasis kepuasan pelanggan dapat membantu Anda melayani pelanggan dengan lebih baik. Tergantung pada tujuan bisnis, fokus ini mungkin berhubungan dengan program pendampingan pelanggan, layanan bantuan yang lebih baik, atau hal serupa yang berkaitan langsung dengan pelanggan.Β 

9. Kesadaran merek: Aspek yang membuat suatu organisasi menonjol adalah mereknya. Kesadaran merek adalah cara penting untuk memahami pandangan pelanggan terhadap merek dan sejauh mana mereka mengetahui merek unik Anda vs. merek kompetitor. Memahami dan meningkatkan kesadaran merek adalah bagian penting dalam strategi pemasaran jangka panjang.

10. Penjualan: Anda akan sering menemukan tujuan bisnis terkait peningkatan atau penyempurnaan siklus penjualan. Tujuan ini dapat mencakup apa saja, mulai dari penurunan biaya akuisisi pelanggan (CAC), pengembangan pelacakan lead yang lebih baik, peningkatan penjualan silang, atau lainnya.

11. Kelintar (Churn): Dalam bisnis, tingkat kelintar (churn) mengacu pada jumlah pelanggan yang hilang selama periode waktu tertentu. Mengurangi tingkat kelintar (churn) adalah cara terbaik untuk meningkatkan pendapatan dan memastikan pelanggan puas dengan produk atau layanan yang Anda sediakan.Β 

Tujuan bisnis terkait urusan internal

12. Kepuasan dan keterlibatan pegawai: Perasaan pegawai saat bekerja di perusahaan juga merupakan bagian dari bisnis. Meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pegawai menyebabkan pegawai lebih bahagia, burnout berkurang, dan tim menjadi lebih efektif.Β 

13. Retensi pegawai: Tujuan internal utama dalam bisnis adalah masa kerja pegawai di perusahaan. Meningkatkan masa kerja dan mengurangi perputaran pegawai dapat membantu Anda menyelesaikan proyek-proyek yang lebih kompleks dengan pegawai yang berpengetahuan luas.Β 

14. Pertumbuhan perusahaan: Untuk mengembangkan bisnis, Anda juga harus menambah jumlah orang yang dipekerjakan. Mengembangkan perusahaan secara berkelanjutan bisa jadi sulit sehingga bisnis kerap menetapkan pertumbuhan perusahaan sebagai tujuan utama bisnis.Β 

15. Budaya organisasi: Budaya organisasi adalah cita-cita, nilai, dan norma grup yang membentuk interaksi anggota tim dalam perusahaan. Budaya yang baik mendorong keterlibatan pegawai serta meningkatkan retensi. Oleh karena itu, begitu banyak perusahaan menetapkan tujuan bisnis yang fokus pada budaya organisasi.Β 

16. Pengelolaan perubahan: Implementasikan perubahan berskala besar dalam organisasi dengan lancar menggunakan pengelolaan perubahan. Meskipun biasanya organisasi tidak melakukannya secara rutin, penetapan jenis tujuan bisnis dapat membantu jika Anda mengantisipasi perubahan besar dalam waktu dekat.Β 

17. Produktivitas: Di Asana, kami tidak menganggap produktivitas sebagai β€œbekerja semaksimal mungkin”. Sebaliknya, produktivitas adalah cara mengoptimalkan waktu dan menyelesaikan pekerjaan terbaik. Meningkatkan produktivitas pegawai dapat membantu tim menyelesaikan pekerjaan mereka yang berdampak besar dengan lebih efisien.Β 

18. Efektivitas pegawai: Tim tidak hanya harus efisien, tetapi juga perlu mengetahui hal-hal yang tepat untuk dikerjakan. Perusahaan terbaik bertujuan mencapai efisiensi dan efektivitas, dan di sinilah tujuan bisnis berbasis efektivitas berperan. Untuk mempelajari selengkapnya, baca artikel kami tentang perbedaan antara efisiensi dan efektivitas.Β 

19. Keragaman dan inklusi: Bagian penting dalam budaya perusahaan yang ramah adalah memastikan para pegawai Anda merasa bahwa mereka adalah bagian dari budaya tersebut. Berinvestasi dalam program keragaman dan inklusi dapat membantu bisnis Anda menjadi lebih ramah terhadap pegawai saat ini dan calon pegawai.Β 

Tujuan bisnis terkait regulasi

20. Kontrol kualitas: Mengimplementasikan langkah-langkah kontrol kualitas sebagai tujuan bisnis dapat membantu Anda memastikan produk atau layanan Anda berada pada tingkat yang diharapkan. Pada akhirnya, hal ini meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan pendapatan secara keseluruhan.Β 

21. Kepatuhan: Jika bisnis Anda harus mematuhi suatu regulasi dalam waktu dekat, menetapkan persyaratan kepatuhan sebagai tujuan bisnis akan memastikan pencapaian target secara tepat waktu.Β 

22. Keberlanjutan atau pengurangan limbah: Beberapa bisnis menetapkan pengurangan limbah atau peningkatan keberlanjutan sebagai tujuan bisnis. Meskipun mungkin tidak berdampak langsung pada bisnis, hal ini membuktikan bahwa Anda peduli terhadap lingkungan sehingga membantu menjangkau audiens tertentu yang menjadi target.Β 

Manakah kerangka kerja gol yang tepat untuk Anda?

Menetapkan jenis gol yang tepat bagi Anda mungkin sulit. Setiap kerangka kerja gol sedikit berbeda, dan implementasi jenis yang tepat dapat membantu Anda meraih kesuksesan.Β 

Jenis gol yang Anda tetapkan akan bergantung pada aktivitas bisnis yang Anda jalankan dan gol spesifik yang Anda miliki. Jika gol Anda memiliki kerangka waktu tertentu, Anda mungkin harus memilih tujuan jangka pendek, sedangkan gol yang lebih besar memiliki kerangka kerja unik tersendiri.Β 

Jika tidak yakin harus memulai dari mana, lihat 15 kerangka kerja gol berikut ini untuk berbagai situasi:Β 

1. Tujuan bisnis: Tetapkan gol berdasarkan faktor operasi yang memengaruhi kesuksesan jangka panjang bagi perusahaan.

2. Rencana bisnis: Ini juga disebut sebagai rencana strategi bisnis. Dokumentasikan gol bisnis dan rencanakan cara mencapainya.

3. Pernyataan visi: Tetapkan panduan tingkat organisasi.

4. Big Hairy Audacious Goals (BHAG): Tetapkan gol ambisius tingkat organisasi.

5. Nilai perusahaan: Selaraskan tim dengan prinsip-prinsip utama.Β 

6. Rencana strategis: Jelaskan gol untuk tiga hingga lima tahun selama proses perencanaan strategis.Β 

7. Gol strategis: Tentukan gol yang ingin Anda capai di akhir rencana strategis.

8. Faktor kesuksesan penting: Jelaskan gol tingkat tinggi yang harus dicapai untuk meraih gol strategis.Β 

9. Manajemen strategis: Jalankan rencana strategis untuk mencapai gol perusahaan.Β 

10. Gol bisnis: Tetapkan target yang telah ditentukan sebelumnya yang harus dicapai dalam periode waktu tertentu. Β 

11. Tujuan dan hasil utama (OKR): Tentukan dan komunikasikan gol tahunan perusahaan.

12. Indikator kinerja utama (IKU): Tentukan gol kuantitatif.

13. Tujuan proyek: Sampaikan apa yang Anda ingin raih pada akhir proyek.

14. Hasil akhir proyek: Tentukan capaian akhir proyek.

15. Milestone proyek: Tandai checkpoint spesifik sepanjang linimasa proyek.

Sumber daya lain untuk menetapkan gol

Gol yang jelas sangat dibutuhkan agar organisasi dapat terus beroperasi. Selain tujuan bisnis, periksa pusat sumber daya penetapan gol kami untuk mengetahui kiat-kiat seputar penetapan gol dan mencapai hasil yang berdampak besar. Lalu, saat Anda siap, mulailah Asana untuk melacak gol. Dengan Asana, Anda dapat menyambungkan gol perusahaan dengan pekerjaan yang mendukung gol tersebut; semuanya di satu tempat.Β 

Sumber daya terkait

Video

Demo Asana: Lihat kemampuan Asana beraksi